Selamat Datang
travel umroh

Kelebihan Dan Keutamaan Masjidil Haram

Oleh: Asdi Nurkholis, S.Pd.I

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكاً وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ  فِيهِ (96) آيَاتٌ بَيِّـنَاتٌ مَّقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَن دَخَلَهُ كَانَ آمِناً وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ

اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ الله غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ (97).

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim ; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. (Ali Imran 96-97)

Syubhat orang-orang Yahudi terhadap kiblat.
Orang-orang Yahudi tak henti-hentinya menyebarkan syubhat dan tipu daya dengan mencela keotentikan risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad shalallahu`alaihi wa sallam, agar orang-orang Islam menjadi bingung, ragu dan goyah keimanannya.
Diantara syubhat yang mereka lontarkan adalah berkaitan dengan kiblat kaum muslimin saat ini yaitu Ka`bah yang berada di jantung bumi Makkah Al-Mukarramah, yaitu ketika Rasulullah shalallahu`alaihi wa sallam mendirikan shalat menghadap ke Baitul Maqdis selama lebih kurang 16 atau 17 bulan dari hijrah beliau ke Madinah. Hal ini telah Alloh jelaskan sejelas-jelasnya dalam surat al-Baqarah, bahwa Ka`bah adalah kiblat pertama dan utama bagi kaum muslimin, dan Alloh juga telah menjelaskan hikmah mengapa Rasulullah shalallahu`alaihi wa sallam menghadap ke Baitul Maqdis pada waktu itu. Namun orang-orang Yahudi tidak mau tinggal diam mereka terus berusaha melontarkan omongkosong, keraguan dan melecehkan kebenaran yang jelas-jelas nyata dan ada.

Bantahan untuk mereka
Alloh ta`ala telah menolak dan menghancurkan syubhat mereka dalam surat Ali Imran ayat 96-97, yang artinya:
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia (96). Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim ; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam (97).”

Orang-orang Yahudi itu mengatakan: bahwa Baitul Maqdis lebih mulia dibandingkan Ka`bah, dan lebih berhak untuk dijadikan kiblat, karena dia lebih dahulu ada sebelum Ka`bah dan dia merupakan tempat berkumpul, kiblat para nabi; oleh karena itu perubahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka`bah adalah batil.

Kemudian Alloh menjawab syubhat mereka dengan firman-Nya:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكاً وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia” (Ali Imran 96).

Dalam ayat ini Alloh menjelaskan bahwa Ka`bah lebih mulia dan lebih afdhol dibandingkan Baitul Maqdis, dan Ka`bah adalah kiblat pertama kali.
Makna ayat di atas, bahwa mula-mula rumah yang dibangun oleh Alloh untuk beribadah bagi umat manusia, baik mereka yang bermukim di situ maupun di padang pasir سَوَاء الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ (al-Hajj 25), mereka mendirikan haji, umrah, thowaf, i`itikaf dan sholat menghadap kepadanya. لَلَّذِي بِبَكَّةَ yaitu Makkah, sebagaimana dalam shahih Bukhari dan Muslim dari Abu Dzar –radhiyallahu`anhu- berkata: aku pernah bertanya kepada Rasulullah shalallahu`alaihi wa sallam: masjid mana yang pertama kali diletakkan di muka bumi?, kemudian beliau bersabda: المسجد الحرام (Masjidil Haram), kemudian aku bertanya lagi: lalu setelah itu?. Beliau menjawab: المسجد الأقصى (Masjid Al-`Aqsa). Kemudian aku bertanya: berapa tahun jarak peletakan antara keduanya?. Beliau menjawab: 40 tahun. (Muttafaq `alaihi).

Kemudian Alloh menyebutkan sebagian dari keutamaan Masjidil Haram ini dengan firman-Nya:

 مُبَارَكاً وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ(96) فِيهِ آيَاتٌ بَيِّـنَاتٌ مَّقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَن دَخَلَهُ كَانَ آمِناً.

“Yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia (96) Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim ; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia”.

Keberkahan Masjidil Haram.
Keberkahan ini dilihat dari 2 sisi: dari sisi fisik dan non fisik.
1.Keberkahan dari sisi fisik: Sebagaimana yang disebutkan oleh Alloh dalam Firman-Nya:

وَقَالُوا إِن نَّتَّبِعِ الْهُدَى مَعَكَ نُتَخَطَّفْ مِنْ أَرْضِنَا أَوَلَمْ نُمَكِّن لَّهُمْ حَرَماً آمِناً يُجْبَى إِلَيْهِ

ثَمَرَاتُ كُلِّ شَيْءٍ رِزْقاً مِن لَّدُنَّا وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

“Dan mereka berkata: “Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami”. Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezeki (bagimu) dari sisi Kami?. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”. (Al-Qashash 57)

Ini merupakan keberkahan dari do`a Nabi Ibrahim `alaihissalam, ketika beliau berdo`a:

رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ الصَّلاَةَ فَاجْعَلْ

أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur”. (Ibrahim 37).

Dan setiap orang yang datang dan mengunjungi Masjidil Haram maka dia akan merasakan keberkahan ini, bahwa makanan dan buah-buahan begitu melimpah bahkan harganya bisa lebih murah dibandingkan di tempat-tempat lain.

2.Keberkahan dari sisi non fisik: adalah pahala yang melimpah yang diberikan kepada para jama`ah haji dan umrah, mereka yang thowaf, i`itikaf dan mendirikan shalat di dalamnya.

Sebagaimana riwayat dari sahabat Abu Hurairah, Rasulullah shalallah`alaihi wa sallam bersabda:

“العُمْرَةُ إِلَى العُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالحَجُّ المَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الجَنَّةُ”

“Satu Ibadah umrah ke umrah berikutnya sebagai penghapus dosa diantara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga”(Muttafaq`alaihi).

Dan dari Abu Hurairah juga beliau berkata: aku pernah mendengar Rasulullah shalallahu`alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ حَجَّ لِلّهِ فَلَمْ ‏ ‏يَرْفُثْ ‏‏وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمٍ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

“Barangsiapa yang berhaji karena Alloh, lalu dia tidak berkata dan berbuat keji, maka dia akan kembali seperti hari disaat dia dilahirkan ibunya” (Muttafaq`alaihi).

Dari Jabir radhiyallahu`anhu, bahwasannya Rasulullah shalallahu`alaihi wa sallam bersabda:

صَلاةٌ فِي مَسْجِدِي أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ ، وَصَلاةٌ فِي

الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفٍ فِيمَا سِوَاه.

“Shalat di Masjidku lebih utama 1000 kali shalat dibandingkan shalat di masjid yang lain, kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali lipat dibandingkan shalat di masjid yang lain”. (Ibnu Majah 1406, dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Adapun maksud dari firman Alloh وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ, dalam surat Ali Imran 96 terdapat beberapa tafsiran:
1. Tafsiran pertama; Bahwasannya Ka`bah itu sebagai kiblat bagi seluruh umat manusia dan mereka menghadap kepadanya ketika mendirikan shalat.
2. Tafsiran kedua; Sebagai bukti adanya Sang Pencipta dan kebenaran bahwa Muhammad shalallahu`alaihi wa sallam adalah seorang Nabi.
3. Tafsiran ketiga; adalah petunjuk bagi umat manusia untuk masuk ke dalam surga, karena orang yang mendirikan shalat dan menghadap ke arah Ka`bah maka dia layak untuk mendapatkan surga.

Tanda-tanda Keagungan yang terdapat dalam Masjidil Haram.
Diantara keutamaan yang dimiliki Masjidil Haram adalah adanya tanda-tanda keagungan yang terdapat di dalamnya yang menunjukkan kesucian dan kekhususan baginya. Diantara tanda-tanda terebut adalah firman Alloh:

مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَن دَخَلَهُ كَانَ آمِناً

“maqam Ibrahim ; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia” (Ali Imran 97).
Berkata Ibnu Al-`Athiyyah: “Alloh menjadikan Maqam Ibrahim dan keamanaan bagi siapa saja yang masuk ke baitullah sebagai bentuk nyata akan kesucian Masjidil Haram, dan secara sengaja disebutkan karena keagungan keduanya, dan kedua tanda tersebut sebagai hujjah (argument) bagi orang-orang kafir yang mengingkarinya, dimana mereka mendapati kedua tanda ini dengan panca indera mereka. Dan hal ini tidak pernah diperselisihkan di kalangan bangsa Arab akan kebenaran dan keshahihannya hingga Alloh menetapkannya di dalam al-Qur`an”.

Diantara tanda yang lain adalah Hajar Aswat (Batu Hitam) yang diturunkan dari surga; yang menjadi hati setiap orang mengagungkannya sebelum datangnya Islam.

Diantara tanda yang lain adalah batu maqam; yaitu batu yang dijadikan pijakan oleh nabi Ibrahim `alaihissalam saat beliau meninggikan Ka`bah dan sampai hari ini kita dapat menyaksikannya.

Diantara tanda keagungan yang lain adalah air zam-zam, yang Alloh karuniakan kepada Hajar atas kesabarannya; dan juga manfaat zam-zam bagi siapa saja yang meminumnya, dan air tersebut tetap mengalir dan terus bertambah banyak hingga saat ini.

Diantara tanda yang lain adalah keamanan Masjidil Haram sepanjang masa, sejak zaman jahiliyyah orang-orang saling membunuh, merampas dan berbuat aniaya kecuali di Masjidil Haram; termasuk juga keamanan bagi binatang dan pepohonan yang hidup dan tumbuh di sekitar Masjidil Haram*.
Wallahu`alam.

5 comments

  1. nurfika puspita dewi

    assalamu’alaikum..
    terima kasih berkat artikel ini saya dapat mengetahui perjuangan umat islam terdahulu untuk memperjuangkan kiblat dan mengaetahui kelebihan Majidil haram.
    Kita sebagai umat islam patutnya bersyukur dan meningkatkan ibadah kita.

  2. Try Wahyu Nur Fauzi

    Menurut saya topik tentang kelebihan dan keutama’an Masjidil Haram sangat menarik untuk di bahas. Selain itu Surat-surat di atas dapat menjawab keraguan kita kaum muslimin yang masih bertanya mengapa kita harus berkiblat ke Masjidil Haram, seperti yang sudah di jelaskan melalui surat Ali Imran ayat 96-97.
    Maka kita sebagai kaum muslimin sudah tidak ada lagi keraguan mengapa kita harus berkiblat ke Masjidil Haram.

  3. bismillah.
    ana mohon izin kopi artikel ya ustadz.
    semoga Allah meridhai perbuatan kita.
    jazakallahu khairan

  4. Maaf ijin tanya, utk kalimat ini:

    Diantara tanda yang lain adalah keamanan Masjidil Haram sepanjang masa, sejak zaman jahiliyyah orang-orang saling membunuh, merampas dan berbuat aniaya kecuali di Masjidil Haram; termasuk juga keamanan bagi binatang dan pepohonan yang hidup dan tumbuh di sekitar Masjidil Haram*.

    Kenapa berbuat aniaya dianggap kecuali masjidil haram ya? Pdhal semasa saya umroh, saya perhatikan saat thawaf banyak yg saling mendorong (terutama di bagian hajar aswat), dan jk ada org (bahkan anak2) yg terjatuh justru diinjak2, hingga banyak jg yg meninggal krn terinjak dan sesak nafas..

    Mohon tanggapannya..
    Tks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top
shared on wplocker.com