Selamat Datang
travel umroh

Kesehatan Spritual ; “Tiga Pertanyaan Penting”

(Oleh: Tulus Prasetyo)

Membicarakan keindahan islam dalam berbagai bidang kehidupan seperti mengawali perjalanan yang amat panjang, bertujuan tapi tak berakhir. Bertujuan, karena berangkat dari wahyu Allah dan akan bermuara pada kuatnya keyakinan. Tak berakhir, karena berkembang mengikuti kemajuan peradaban. Dalam semua bidang!, teknologi, pertanian, astronomi, perhitungan dan kedokteran, semuanya seolah – olah ingin mengatakan pada manusia “ Amalkan islam dan kebaikan akan bersamamu, untuk jiwa dan tubuhmu “.

Berbicara islam dalam ilmu kesehatan akan sangat menakjubkan,  keajaiban yang ilmiah dan tersistem membuat kita tertegun – tegun keheranan penuh keyakinan “ inilah kuasa Allah “. Di berbagai ranah bidang kesehatan telah tercukupkan dengan islam,dalam kesehatan lingkungan, kesehatan komunitas, kesehatan kerja, dan kesehatan spiritual semuanya telah dijelaskan dalam agama yang hanif ini. Dan artikel ini ditulis bukan untuk mejelaskan tentang keajaiban atau hal baru yang tentunya sangat dinanti, melainkan hanya sedikit ulasan untuk tambahan tsaqofah kesehatan spiritual bagi seorang muslim.

Mengulas tentang kesehatan spiritual, yang mungkin jarang sekali didengar di tengah – tengah masyarakat kita. Sering timbul pertanyaan – pertanyaan mengenai permasalahan ini, apa sebenarnya kesehatan spiritual itu?, apa pengaruhnya bagi kehidupan pribadi dan masyarakat?, bagaimana sakit spiritual itu?, kenapa sakit spiritual?, apa obatnya?.  Dan banyak lagi pertanyaan yang akan terus diajukan, mengingat penting dan membingungkanya permaslahan ini, lebih – lebih di negara kita yang mayoritas berkeyakinan dan beragama.

Keutuhan manusia itu terdiri dari fisiologi, psikologi, sosiologi,dan spiritual ( Farran,1985 ). Karenanya tidak benar jika dikatakan bahwa kesehatan spiritual itu adalah bagian dari kesehatan psikologi. Hanya saja keempat dimensi itu bisa saling mempengarui. Dan spiritual berfungsi sebagai  penyatu dari demensi lainnya. Sehingga tak heran spiritual dapat mempengaruhi semua tindakan kita, baik secara sadar maupun tidak. Sudah banyak para ahli yang meneliti hubungan antara spiritual seseorang  dengan berbagai hal, dan didapat kejelasan bahwa semua tindakan dan perbuatan saat sehat maupun saat sakit berawal dari faktor ini.

Kesehatan spiritual adalah suatu kondisi yang ditandai oleh sebuah penguatan hidup, kedamaian, keselarasan, dan perasaan saling berhubungan dengan Tuhan, dirinya, komunitas, dan lingkungan yang pemeliharaan dan keseluruhan ternama (Greer dan Moberg, 1998). Definisi kesehatan spiritual ini paling banyak disebutkan dalam buku ajar kesehatan. Sehingga dikatakan sehat spiritual jika seseorang sudah mendapat kejelasan tentang hakekat kehidupanya di dunia, tentang hubungan antara manusia dengan  semua yang ada di bumi, dan tentang hubungan antara hubungan manusia dengan Allah.  Dan ini juga yang dijelaskan oleh Stoll (1989), yang menguraikan bahwa spiritualitas sebagai konsep dua dimensi: dimensi vertikal adalah hubungan dengan Tuhan atau Yang Maha Tinggi yang menuntun kehidupan seseorang, sedangkan dimensi horizontal adalah hubungan seseorang dengan diri sendiri, dengan orang lain dan dengan lingkungan. Dan Alhamdulilah semuanya sudah tercukupkan dalam Islam.

Sering kali permasalahan – permasalah yang berhubungan dengan kesehatan spiritual  terjadi karena faktor internal ( dalam diri ), mungkin bisa jadi dikarenakan belum kuatnya konsep spiritual yang mencakup ilmu dan amal dalam pribadi seseorang. Ilmu akan mempengaruhi pengetahuan dan kejelasan tentang apa yang diyakini sedangkan amal akan menguatkan ilmu dan menggoreskan kesan dalam jiwa.

Berharap sedikit memberikan gambaran tentang permasalahan spiritual, sesuai dalam Keilmuan Keperawatan ( kesehatan ), ada bebarapa keadaan yang berhubungan dengan permasalahan spiritual , diantaranya;

- Distres Spritual ; Adanya gangguan kemampuan untuk mengalami dan mengintegrasikan makna dan tujuan hidup.

- Ketakutan yang berhubungan belum siap untuk menghadapi kematian dan pengalaman kehidupan setelah kematian.

- Keputusasaan berhubungan dengan keyakinan bahwa tidak ada yang peduli pada dirinya termasuk Allah.

- Risiko tindakan kekerasan terhadap diri sendiri berhubungan dengan perasaan bahwa hidup ini tidak berarti., Dan masih banya lagi yang belum dituliskan semuanya dalam kesempatan ini.

Beberapa permasalahan yang telah dituliskan diatas terjadi bukan karena alasan, karena hujan tak akan turun sebelum mendung terjadi. Rapuhnya nilai spiritual pada diri seseoranglah yang menjadi sebabnya. Kerapuhan yang bersumber dari keragu – raguan dan ketidaktahuan, tentang konsep kehidupan yang sebenarnya. Dan dalam setiap proses pengkajian keadaan spiritual akan diajukan beberapa pertanyaan yang kurang lebih mengenai pokok dari pondasi spiritual seseorang.

Tentang;
-Apa tujuan dan arti hidup bagi Anda ?.

-Apa tujuan dan arti kematian bagi Anda?.

-Bagaiamana Hubungan Anda dengan Allah, dengan diri sendiri dan dengan orang lain?.

Ketiga pertanyaan diatas sudah mencukupkan untuk mengkaji kesehatan spiritual sesorang , dan jawaban dari pertanyaan tersebut bisa saja berupa keraguan ataupun kejelasan, tergantung sistem nilai dan keilmuan tentang nilai spiritual.

Dan sekarang giliran Anda menanyakan ketiga pertanyaan tersebut kepada hati Anda dengan jujur dan tulus, temukan segera kepastian, “Apakah kejelasan atau keraguan?”.  Jika keraguan yang didapat, maka segeralah membuka Al –Qur’an dan kembali ke islam. Kembali belajar tentang kehidupan dan kematian, agar tidak sesat dijalan keraguan dan kebingungan spiritual. Dan sudah berapa banyak professor dari berbagai keilmuan yang dibingungkan dengan pertanyaan tersebut, mereka membuka buku keilmuanya untuk menjelaskan tentang hidup dan mati akan tetapi bukan ketenangan spiritual yang didapat melainkan hanya lelah, letih dan kegelisahan, karena menghapuskan Al – Qur’an dalam daftar pustakanya. Wa Allahu A’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top
shared on wplocker.com